Rabu, 18 Maret 2020

KOMPONEN AKTIF&FASIF

Komponen Elektronik Aktif dan Pasif

Komponen elektronika terdiri dari alat yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat digunakan sesuai dengan kegunaannya. Ada beberapa macam, berdasarkan cara dan sistem yang terhubung dengan komponen, dibagi menjadi manjadi dua macam, yaitu komponen yang pasif dan aktif

1. Komponen Aktif

Komponen aktif adalah komponen-komponen dalam rangkaian elektronik yang dimiliki atau dikendalikan aliran daya listrik. Dijawab adalah transistor, dioda, IC (Integrated Circuit).

A. Transistor


Transistor adalah alat semikonduktor yang digunakan sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), tegangan stabilisasi, modulasi sinyal atau fungsi lainnya. Transistor dapat menggunakan semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sumber sirkuit listriknya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat digunakan untuk arus dan tegangan yang lebih besar dari input arus Dasar, yaitu pada keluaran tegangan dan arus keluaran Kolektor.

Simbul Transistor

Simbol Transistor

Fungsi Transistor Lainnya:  

  • Sebagai penguat amplifier.
  • Sebagai pemutus dan penyambung (switching).
  • Sebagai pengatur kesulitan tegangan.
  • Sebagai peratas arus.
  • Dapat menahan sebagian arus yang mengalir.
  • Menguatkan arus dalam rangkaian.
  • Sebagai pembangkit frekuensi rendah melalui tinggi

B. Dioda


Dioda

Dioda adalah komponen aktif semikonduktor yang terdiri dari persambungan (persimpangan) PN. Sifat dioda yang dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan arus tegangan balik. Dioda dari kata elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda semikonduktor hanya melewatkan arus searah saja (maju), sehingga banyak digunakan sebagai komponen penyearah arus. Secara sederhana sebuah dioda dapat kita gunakan sebagai katup, sedangkan katup ini akan membuka manakala udara yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan ditutup dengan mendorong aliran udara dari depan katup.

Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari:

  • Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang dibuat dari Silikon dan dibuat sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  • Dioda Zener (Dioda Zener) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian yang ditentukan oleh Dioda Zener yang dipilih. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
  • LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
  • Dioda Foto (Foto Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
  • Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) ​​adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali.
  • Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.

Jenis dan Simbol Dioda

Jeni & Simbul Diode

jenis-jenis dan simbol dioda

C. IC (Sirkuit Terpadu)

IC (Sirkuit Terpadu) adalah Komponen Elektronika yang terdiri dari gabungan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi Rangkaian Elektronika dalam kemasan kecil. Bentuk IC (Sirkuit Terpadu) juga beragam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga beragam kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika yang digunakan sebagai Otak dalam Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).

Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada Komputer yang disebut sebagai Mikroprosesor yang terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

IC-Cream

Simbol IC

D.SCR (Silicon Control Rectifier)

komponen aktif Silicon Control Rectifier

Silicon Control Rectifier merupakan komponen elektronika aktif yang mampu mengendalikan tegangan listrik dan daya besar. SCR juga merupakan bagian dari kelompok komponen Thyristor.

SCR mempunyai tiga terminal yang terdiri dari AnodaKatoda dan Gate.

Biasanya SCR digunakan pada rangkaian listrik seperti pada osilatorinvertertimerchopper, lampu dimmer dan sebagainya.

2. Komponen Pasif

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan arus listrik agar dapat bekerja. Beberapa komponen elektronika yang merupakan komponen pasif yaitu: Resistor, Kapasiotr, dan Induktor.

A. Resistor

Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk melawan dan arus listrik dalam rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka apapun Gelang Warna yang ada di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Perlawanan.

Jenis-jenis

  • Resistor yang Nilainya Tetap
  • Resistor yang Dapat Dihitung, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variabel Resistor atau Potensiometer.
  • Resistor yang dinilainya dapat diubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
  • Resistor yang Dinilai dapat diubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Koefisien Suhu Positif) dan NTC (Koefisien Suhu Negatif)

Meneketehe plo

Jenis-jenis Resistor dan Simbolnya

B. Kapasitor

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau mengisi listrik dalam waktu sementara. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada penyearah dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F).

Jenis-jenis Kapasitor adalah:

  • Kapasitor yang dinilai tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka
  • Kapasitor yang dinilai tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
  • Kapasitor yang dinilai tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah
  • Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
  • Kapasitor yang dapat diperkirakan, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

Wakwaw

C.Transformator(TRAFO)


Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.Prinsip kerja

Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.
Hubungan Primer-Sekunder

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
Step-Down
skema transformator step-down

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.
Autotransformator
skema autotransformator

Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).
Autotransformator variabel
skema autotransformator variabel

Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.
Transformator isolasi

Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor.
Transformator pulsa

Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.
Transformator tiga fase

Transformator tiga fase sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (\Delta).

D.Induktor(lilitan)


Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar